http://ayomendidik.wordpress.com/2014/10/25/lomba-menulis-pemanfaatan-tik-hadiah-6-juta/

Dear Guru Sekum YPS,

Untuk memudahkan pengisian kuesioner Kinerja Kepala Sekolah, maka setiap guru dapat mengunakan fasilitas ini, agar Efektif dan Efisien dan sebagai salah satu upaya untuk menggunakan IT sebagai salah satu sarana komunikasi yang mudah.

Terima kasih atas kerjasamanya

Dekker F Rorie

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar

TUGAS SEORANG KEPALA SEKOLAH

Kepala sekolah adalah Leader dan Manager  di sekolahnya, jadi berhasil atau tidaknya sebuah sekolah tergantung bagaimana seorang kepala sekolah menjalankan fungsinya sebagai Leader dan Manager dengan baik, Pekerjaan kepala sekolah tidaklah ringan, dengan demikian maka seorang kepala sekolah tidak cukup jika hanya berada di belakang meja, atau di depan Komputernya, seorang kepala sekolah harus memiliki kemampuan mendelegasikan tugas tertentu, pendelegasian tugas yang baik merupakan salah satu proses kaderisasi kepemimpinan,  jadi bukan mendelegasikan semua tugas kepada pegawainya, kalau seperti ini maka tugas utama kepala sekolah adalah DELEGATOR, jika seperti  ini tentu menjadi sangat menyedihkan……mari kita perhatikan apa saja yang menjadi tugas seorang kepala sekolah :

  1. Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan di sekolah termasuk pelaksanaan administrasi sekolah sbb:
  • Mengamankan dan mengimplementasikan kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemangku kepentingan (Pemerintah-Yayasan dan atau pengelola pendidikan lainnya)
  • Menjalankan the best practices berdasarkan harapan visi dan misi sekolah
  • Terbuka dengan ide-ide baru dan tetap belajar untuk mencapai hasil belajar peserta didik yang maksimal sesuai keunikannya
  • Memastikan bahwa pengaturan managemen sekolah berdasarkan prinsip-prinsip profesional edukatif
  • Mempraktekan unsur-unsur religiusitas dalam bekerja sebagai wujud penghormatan kepada Tuhan dan sesama
  • Memastikan bahwa guru memahami konsep-konsep penting Kurikulum K-13 dan “KTSP”/ kurikulum yang berlaku
  • Mengelola Kurikulum 2013 di Sekolah yang dipimpinnya untuk dapat memenuhi harapan visi dan misi sekolah
  • Memaknai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dengan referensi profesi yang berhubungan
  • Memastikan guru mempraktekkan kurikulum dengan mempertimbangkan variasi individu peserta didik
  • Membuat kebijakan dan memastikan bahwa pembelajaran yang terjadi berpusat pada peserta didik, dengan pendekatan scientific thinking, dengan mengutamakan model pembelajaran : Problem Base Learning, Project Base Learning dan Discovery Learning dan model pembelajaran lainnya yang meragsang siswa untuk aktif berpikir, dan bekerja.
  • Membuat kebijakan dan memastikan bahwa sistem penilaian hasil belajar peserta didik yang berlaku adalah bervariasi dan berkesinambungan: minimal berdasarkan petunjuk buku guru, (authentic assessment)
  • Membuat kebijakan tentang pendekatan, model, metode, strategy dan selalu memastikan bahwa guru dan peserta didik menggunakan sumber belajar yang bervariasi
  • Membuat kebijakan dan memastikan bahwa sistem pelaporan berfokus pada perkembangan belajar individu peserta didik
  • Mengkomunikasikan program sekolah ke komunitas sekolah
  • Memahami pendapat yang berkembang di komunitas sekolah & membuat respon dari sudut pandang kepentingan visi dan misi sekolah serta hasil belajar peserta didik
  • Menciptakan komunikasi profesi yang terbuka berdasarkan pinsip kejujuran
  • Memonitor dan memastikan bahwa alur komunikasi berjalan sesuai dengan kesepakatan
  • Melakukan monitoring /Supervisi akademik dan support agar perkembangan profesioanlisme staf sesuai dengan standart of expectation sekolah
  •  Mengkomunikasikan agenda pengembangan profesi guru ke komunitas sekolah
  • Membuat rencana anggaran tahunan berdasarkan prioritas program pembelajaran dan operasional pendidikan di unit sekolah berdasarkan kebijakan pemerintah / Yayasan atau pengelola sekolah lainnya.
  • Memastikan bahwa penggunaan anggaran sekolah sesuai dengan standar prosedur yang telah ditetapkan
  • Mengatur agar sumber daya pendukung yang terdapat di lingkungan sekolah dipergunakan untuk menciptakan hasil belajar peserta didik yang maksimal
  • Mengatur agar sumber daya pendukung dapat dipergunakan oleh peserta didik secara adil
  • Memastikan bahwa lingkungan dan sumber daya pendukung memenuhi unsur keselamatan dan pedagogis
  • Memastikan bahwa setiap peserta didik diperlakukan dan memperoleh hak yang sama
  • Memprioritaskan unsur keselamatan dalam setiap kegiatan yang dilakukan guru dan peserta didik
  • Memastikan bahwa staf sekolah bekerja secara kolaborasi
  • Mempunyai strategi kerja berdasarkan prinsip-prinsipstaff empowerment
  • Memastikan bahwa komunitas sekolah bekerja dengan saling menghormati perbedaan individu
  • 2. Sebagai administrator pendidikan yang bertugas merencanakan, mengorganisasikan, mengawasi dan mengevaluasi proses keseluruhan kegiatan pendidikan di sekolah yang mencakup peraturan dan pengaturan :
    • proses belajar mengajar
    • administrasi kantor
    • administrasi pegawai
    • administrasi peserta didik
    • administrasi perlengkapan
    • administrasi keuangan
    • administrasi perpustakaan
    • administrasi BP / BK
    • administrasi HUMAS
    • administrasi PSDM
  1. Menciptakan iklim kerja yang kondusif, dan nyaman bagi pegawai
  2. Melakukan penilaian kinerja pegawai secara objectif berdasarkan rubric penilaian yang telah ditetapkan tanpa memasukkan unsur-unsur subjektif, dan  mengkomunikasikan hasil penilaian kepada pegawai bersangkutan.

Perhatikan potongan kata yang di bold, semua menunjukkan kata kerja,  apa artinya ini; artinya seorang kepala sekolah adalah seorang pemikir dan pekerja keras, karena energi yang dihasilkan oleh seorang kepala sekolah akan meng-influence pegawai yang dipimpinnya, jika kepala sekolah menunjukkan kinerja yang positif maka pasti pegawai yang dipimpinnya juga akan bekerja dengan motivasi yang positif, namun bila sebaliknya maka saya sangat yakin energi kepala sekolah akan menghasilkan DEMOTIVASI bagi pegawai yang dipimpinnya.

Untuk itu Seorang pegawai yang bertanggungjawab memiliki kewajiban untuk menegur  kepala sekolah jika tidak menjalankan fungsi dengan baik

“Obey your deep heart feeling and you can find your inner potential”

DFR/30-9-2014

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar

JAGALAH HATI JANGAN KAU NODAI, JAGALAH HATI LANTERA HIDUP INI

Potongan lirik lagu;  JAGALAH  HATI  JANGAN KAU NODAI, JAGALAH  HATI LANTERA HIDUP INI, sangatlah indah membentuk karakter bagi Insan Pendidik.

Lembaga pengelolah pendidikan, adalah sebuah lembaga yang dikelola berdasarkan Logika (analisis kebutuhan) goal jangkah panjang, dan dikolaborasi dengan tata kelola berdasarkan Hati, baik terhadap pengambil keputusan tetapi juga semua warga dalam sebuah orgaisasi/lembaga pengelola pendidikan.

Beginilah langkah organisasi membuat keputusan terkait pemberdayaan sumber dayanya :

Setiap orang dalam organisasi, memiliki akuntabilitas yang diberikan oleh otoritas pengelola : Ketua bertugas mengelola semua sumber daya baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak serta sistem organisasi, Direktur bertugas mengelola sumber daya agar efektif dan efisien sesuai peruntukan dan keahlian, serta menata proses sistem, Kepala Sekolah melakukan fungsi pengelolaan lembaga dan sistem proses pendidikan dan pengajaran di unit sekolah, dan guru serta pegawai lainnya bertugas menjalankan fungsi utama yakni mengajar mentransfer Nilai-Karakter, Pengetahuan dan Keterampilan dan fungsi administrative.

Ada cerita begini : seorang guru membeli kendaraan baru,… apa yang terjadi selanjutnya…rekan kerjanya mulai mengguncingkannya kate kerennya di gosipin…mulai dari hal sederhana: dari mana dapat uangnya ya???….Pasti hanya di kasih DP, untuk gaya-gayaan saja itu….”orang lain membeli mobil,  tetapi yang sakit gigi adalah para rekannya sendiri dan juga para tetangganya yang mestinya, turut bergembira dan bersyukur dan dengan komentar begini : wow syukurlah teman saya sudah memiliki mobil baru, semoga dia bahagia, dan dengan kendaraan ini dia bisa bekerja lebih baik lagi.

Dalam organisasi termasuk di lembaga pendidikan hal serupa juga sangat mungkin terjadi….

Ketika ada seseorang yang diberikan tugas  karena tenaga dan keahliannya dibutuhkan untuk tugas tertentu dalam upaya mencapai goal organisasi melalui semua mekanisme proses yang dilakukan secara professional, ternyata masih ada juga yang kemudian bertanya seperti pertanyaan “guru membeli mobll” di atas.

Padahal masing-masing orang sudah diberi akuntabilitas untuk mengelola area kerjanya, jika setiap orang dalam organisasi berupaya maksimal mengerjakan akuntabililitasnya tanpa memusingkan keputusan-keputusan yang ada  di area akuntabilitas orang lain, maka organisasi akan menjadi lokomotif yang produktif.

Pelajarannya adalah :

  1. Dalam organisasi setiap orang hendaknya menghargai job akuntabilitas masing-masing pemegang peran
  2. Tidak perlu iri dengan seseorang yang diberi tanggung jawab apalagi tidak mengganggu akuntabilitas orang lain atau bahkan tidak merugikan anda.
  3. Bahwa setiap keputusan dalam sebauh organisasi yang tertata, sudah melewati berbagai pertimbangan dan kajian kebutuhan
  4. Bekerjalah sesuai akuntabilitas masing-masing, percayakan kepada orang yang diberi kepercayaan untuk mengelola ini.
  5. Bahwa dalam membuat keputusan harus dihindarkan dari : nuansa terkait SUKU-AGAMA-SEKAMPUNG-SAUDARA, dan lain-lain yang sifatnya subjektif,  keputusan organisasi harus PROFESIONAL.

Maka lirik lagu JAGALAH  HATI  JANGAN KAU NODAI, JAGALAH HATI LANTERA HIDUP INI…. Adalah kalimat yang tepat untuk saling menghargai…, jika boleh saya tawarkan à mari kita doakan rekan-rekan yang diberi amanah pekerjaan tertentu dalam organisasi agar mereka bisa mengerjakan pekerjaan mereka dengan baik.

Bagaimana cara agar kita tidak terganggu dengan Keputusan-Keputusan Organisasi dengan menjaga HATI ini, Pahami  alurnya :

SEMOGA  KITA SUKSES  MELAKONI AKUNTABILITAS KITA MASING-MASING

If you can’t say good words of a person, don’t say bad ones

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar

BAGAIMANA CARA MENDAPATKAN GURU YANG BERKUALITAS???

20140925_143141

BEGINILAH SEMANGATNYA CALON PENDIDIK KETIKA DI TES-DENGAN SEMUA HARAPAN DALAM BENAKNA

GURU adalah model bagi para peserta didik,  semua kebaikan dan kehandalan menurut mitos melekat pada profesi yang namanya GURU, inisial GURU pun melekat seumur hidup pada seseorang yang telah memilih profesi sebagai GURU.

Bukan hanya di lingkungan Sekolah, mau di pasar, di mall, di jalan, dan di lingkungan masyarakat dimanapun maka sapaan yang paling akrab dari masyarakat adalah : halo “PAK GURU atau apa kabar  BU GURU”….pendek kata GURU adalah Idola dalam masyarakat.

Untuk itulah seotang yang telah menjadi GURU, harus mencintai profesinya sedemikian rupa, sehingga pada saat keluar dari pintu rumah untuk ke Sekolah atau  melakukan pelayanan ke masyarakat, maka hati dan pikirannya bersih dari pernak-pernik gangguan yang dapat merecoki emosi dan kestabilan / keseimbangan jiwa……..

Pengalaman:  ketika merekrut calon guru ada sebuah kebanggaan  yang didapatkan yang  terucap dari sang calon GURU : saya bersedia ditempatkan di tingkatan mana saja, bahkan untuk menjadi GURU PNS, bersedia di tempatkan bahkan dipelosok negeri, …. seperti apa janji-jani yang sering terucap : saya melamar bukan untuk duit tetapi untuk mengabdi, saya akan melaksanakan tugas ku dengan baik jika saya diterima bekerja, dan banyak lagi ekspektasi Pribadi yang di lontarkan, namun apa daya setelah waktu berjalan ketika sudah di terima bekerja sebaga GURU, maka semua janji-janji Pribadi mengalami korosif seiring dengan indoktrinasi lingkungan…NGAPAIN KERJA KERAS SAMA JI TONG NANTI DAPATNYA…..??? ….pasalnya banyak guru yang kepribadiannya digadaikan dengan bujukan untuk bekerja apa adanya…

Berkaca dari pengamalam ini, maka proses Recruitment  GURU, harus dilakukan dengan sangat hati-hati, dengan standard yang OKE, agar guru-guru yang akan bekerja, bukan siap dilatih, tetapi siap bekerja, dengan semua kompetensi yang diisyaratkan dimiliki yakni kompetensi Spiritual (mampu menerapkan nilai-nilai keagamaan) bukan hanya sekedar memeluk suatu Agama, Kompetensi Sosial (mampu secara flexible menempatkan diri dalam kehidpan kelompok yang heterogen), Kompetensi Keterampilan (mampu berinnovasi) dan Kompetensi Pengetahuan (mampu mengimplementasikan pengetahuan dalam proses transfer “Knowladge”  kepada peserta didik.

Untuk itulah proses rekruitmen yang dilakukan melalui tahapan :

  • Seleksi Administrasi, denga sangat teliti semua berkas di verifikasi kebenarannya
  • Test Tertulis (akademik) untuk mengukur kemampuan akademik masing-masing calon, karena terkadang  di dapati tingginya IP calon guru, tidak berkorelasi dengan hasil tes, setelah di analisis oleh tim
  • Test Wawancara : adalah untuk mengetahui kompetensi calon guru dalam hal : “Tim Work and Cooperation, Achievement Motivation, Problem Solving dan Communication Skills”
  • Test Microteaching adalah untuk mengetahui kemampuan calon guru terhadap kompetensi Profesional dan Paedagogik
  • Psikotest adalah test kepribadian sesuai kebutuhan dalam dunia pendidikan, dan yang terakhir adalah tahapan
  • Medical Checkup : untuk memastikan bahwa seorang calon guru, siap dari segi kesehatan fisik untuk menjalankan funsi sebagai seorang PENDIDIK_PENGAJAR dan PELATIH.

JIka calon guru  bisa melalui semua tahapan dengan baik,    maka harapannya pemberi kerja adalah calon guru tersebut akan sangat siap melakukan proses operasional pendidikan, pengajaran, dan pelatihan, tetapi dalam kenyataannya ternyata ada beberapa kejadian yang di luar dugaan, hanya dalam kurun waktu tertentu melakukan tugas dengan sangat baik “ menjadi guru yang “Championing, Inspiring dan Fasilitating” setelah itu dedikasi dan pelayanannya mengalami korosif dimakan waktu…ironis.

Maka dari itu, peran sentral dalam menjaga kualitas seorang guru dalam sebuah lembaga pendidikan adalah merupakan tugas Pimpinan Sekolah (Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah) dan idealnya juga hal ini merupakan tanggung jawab bersama dari guru-guru senior.

Untuk itu saya sarankan bagi semua pembaca tulisan ini, Pikir-pikir jika ingin jadi guru, karena menjadi guru butuh Totalitas Pikiran dan butuh Totalitas Hati,  Mudah-mudahan tahapan-tahapan ini dapat menjadi model proses rekruitmen guru bagi lembaga-lembaga pendidikan.

Ada pertanyaan yang menggelitik, ketika seorang GURU di Tanya : apakah pekerjaannya BERES, jawabannya SANGAT SPONTAN, …BERES  PAK…setelah di check ternyata yang BERES  adalah pekerjaan sampingannya, sementara TUGAS UTAMANYA  AMBURADUL: anak sering ditinggal … ada tugas luar, lebih banyak main facebook, BBM, WhatsApp… daripada menemani anak, mengarahkan anak satu demi satu… WALAHUALAM & SIM SALABIM…Semoga GURU DI INDONESIA Khususnya DI SEKUM YPS tidak seperti ini…karena ini CERITA DARI NEGERI ANTABARANTA.

 BILA KITA SUDAH MEMILIH TUGAS PELAYANAN KITA ADALAH SEBAGAI GURU, MAKA MARILAH KITA MELAYANI STAHEHOLDER KITA  (PESERTA DIDIK) DENGAN PELAYANAN PRIMA SEBAGAI LADANG AMAL.

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar

BEKERJALAH DENGAN HATI

Guru adalah seorang yang bekerja untuk “Memanusiakan Manusia”, sehingga guru mesti tampil sebagai CONTOH HIDUP, dalam proses Memanusiakan Manusia seorang guru tidak akan berhasil jika hanya menggunakan kemampuan profesional (akademik), dan Kemampaun paedagogik (teknik proses)  kedua hal ini sangat penting dimiliki agar transfer knowladge dan keterampilan (skills), dapat terjadi sesuai kaidah keilmuan tanpa ada penyimpangan, namun demikian hal ini tidak akan ada artinya jika dalam bekerja seorang guru tidak menggunakan HATI.

Dalam dunia pendidikan proses transfer dan transformasi bukan hanya masalah akademik dan keterampilan,  tetapi jauh lebih penting adalah transfer/transformasi nilai _ Etika dan Estetika hidup. Bekerja dengan HATI yang tulus  akan memberi makna dan hasil yang maksimal dan memuaskan, bukan hanya untuk diri sendiri tetapi juga bagi stakeholder terutama bagi anak-anak didik yang kita yakini sebagai Penerus dan Pewaris Nilai dan Budaya, dengan ketulusan hati bekerja maka seorang guru akan menghasilkan energi / gelombang alfa yang dapat meng-influence semangat bagi orang-orang yang ada disekitarnya, terutama bagi anak-anak didiknya

Pengalaman yang terjadi saat ini, ada banyak guru yang sekedar bekerja untuk memenuhi tanggungjawabnya, Buat Administrasi Pembelajaran hanya sekedar Administrasi, Kehadiran tepat waktu disekolah hanya agar nilai akhir kinerja >= Baik, berseragam rapih hanya untuk memenuhi tuntutan memorandum, senyum kepada rekan guru dan atau kepada anak-anak hanya kamuflase biar terlihat enjoy, dan atau hanya menyukai uang (gaji) tetapi tidak mau bekerja sesuai tuntutan, memiliki perilaku suka menjatuhkan orang lain termasuk rekan kerja,  jika demikian artinya hampir semua yang dilakukan keluar dari filosofi kebermaknaan, dan filosofi budaya dunia pendidikan.

Pertayaan: apa artinya bekerja dengan hati : Bekerja dengan hati artinya totalitas dalam bekerja. Bahasa lainnya adalah dedikasi. Doing the best, berikan yang terbaik bagi organisasi dan bagi orang lain. Seorang guru harus memiliki dedikasi agar menjadi pengajar dan pendidik yang baik sehingga nanti selalu dikenang oleh anak didiknya karena memberikan kesan mendalam.

Pada prinsipnya setiap orang bekerja memberikan yang terbaik bagi orang lain. Oleh karena itu, sangat penting jika melibatkan hati sepenuhnya dalam bekerja apalagi di dunia pendidikan. Percaya atau tidak, bekerja sepenuh hati akan melahirkan rasa ikhlas. Ikhlas artinya belkerja sepenuh jiwa dan raga tanpa ada maksud pribadi seperti mengharapkan pujian dan sebagainya. Kalau sudah ikhlas dalam bekerja, apalagi pencapaian tertinggi yang dicari dalam hidup ini ya?

Dengan HATI,  seorang guru akan dengan penuh sukacita, juga dengan sangat baik melakukan prinsip-prinsip bekerja dengan penuh SYUKUR yakni : Profesionalism, Team Work and collaboration, Sinergi, Achievement Motivation and Good communication.

akhirnya : Guru yang bekerja dengan HATI adalah guru yang Inspiratif.

DFR/24-9-2014.

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar